Di ruang yang semakin sempit ini, justru jarak terasa semakin meregang. Layar optik menjadi lebih menarik daripada pancaran jendela jiwa. Pedih mendera, ketika raga mendekat namun hati saling terasing. Apa yang salah dengan semua ini? Bisu tergerus oleh gelak dari kotak ajaib, dan dekap tak mampu lagi hadirkan nyaman di relung jiwa. Aku merindu, entah pada apa. Mungkin pada cakap tengah malam meski jasad terpisah ribuan langkah, atau pada getar saat beradu tatap yang menembus rasa. Atau mungkin juga sekedar rindu pada rasa rindu yang tak lagi memburu ketika pertemuan menjadi rutinitas. Aku frustasi, oleh hampa mencengkeram yang hampir membunuhku.
03/02/2010 - masih terlalu pagi untuk berurusan dengan rasa yang basi kan?
Wednesday, 3 February 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)