Sang Belahan Jiwa

Lilypie - Personal pictureLilypie First Birthday tickers

Since The Day.....

Daisypath Anniversary tickers

Friday, 17 October 2008

Menepi

Mungkin memang itulah yang harus kulakukan. Sejenak menjaga jarak dari setengah jiwa. Membiarkannya terbebas dari segala beban dan rengekanku yang sungguh tak penting. Memberikan ruang untuk sungguh-sungguh berpikir. Meski sudut hati terus berteriak-teriak ingin berbagi cerita. Walau memar kerap menyuarakan perih di dinding rasa. Namun memang harus menahan diri...

17.10.08/01.27 PM - Di tengah galauku, saat merasa tak lagi diinginkan.

Thursday, 16 October 2008

Hama mengusik Taman Bunga

Sesuatu yang kutakuti itu akhirnya tiba juga, menghampiri bunga yang tumbuh di hatiku menyambut saat-saat bahagia. Hal itu seperti wabah hama yang sedemikian cepat membuat kelopak indahku mendadak layu dan menjadikan harumnya berbau busuk.

Kepedihan terdalam adalah ketika aku dan segenap aku tak lagi mampu menjadi jalan bahagia bagi orang yang kusayangi. Ketika cintaku tak lagi cukup untuk membuatnya kuat menghadapi keras kehidupan. Saat hadirku tak lagi sanggup membuatnya tersenyum. Dan kenyataan itu menghampiri justru di saat aku tengah merangkai indah impian akan hari bahagia bersamanya. Seketika bangunkanku dari mimpi dan membuatku ragu untuk kembali merangkainya. Menimbulkan lubang tanya cukup besar, jika satu putar revolusi bumi saja mampu membuat jenuh melanda, apalah lagi sepanjang perjalanan usia? Jika pertemuan hanya beberapa hari dalam sepekan telah begitu membosankan, bagaimana harus berbagi kebersamaan dalam setiap langkah hidup?

Kekasih, renungkanlah kembali arti hadirku di hidupmu, sungguhkah kau mau menjadikanku belahan jiwa yang kerap menjejeri setiap detik waktumu dan mencumbui setiap wujud rasamu? Yakinkah kau mampu membunuh tumpukan bosan dan jenuh bersamaku?

Jangan tanyakan aku, sejak awalpun telah kupatrikan diriku untuk senantiasa menjaga hati. Karena aku selalu bersyukur, tlah memilikimu sebagai sandaran jiwaku.

16.10.08 / 01.17 PM – Aku sungguh ingin menangis sampai tertawa saat menulis ini. Sakit di kepalaku tak lagi terindahkan terhapus oleh air yang berdesakkan ingin membobol tanggulku.

Wednesday, 8 October 2008

Dependent Girl

Salah satu hal yang paling aku benci ketika aku jatuh cinta adalah, manjaku yang kumat tak karu-karuan. Ketergantunganku yang sangat tinggi, yang membuatku melibatkan orang yang kucintai dalam hampir semua kegiatanku. Padahal aku bisa melakukannya sendiri. Saat jomblo, aku bisa pulang sendiri jam sepuluh malam dari Plangi ke Bekasi cukup dengan naik Patas. Seingatku juga tak pernah manyun kalau harus menghabiskan weekend sendiri di rumah sementara adik-adikku berterbangan dengan gadisnya masing-masing. Aku juga tak merasa perlu complain kalau ada film bagus yang baru tayang di bioskop sementara teman-teman sulit menyatukan waktu luang bersamaan, karena tak lama pasti segera kudapatkan keping DVD-nya, dan bisa kunikmati sendirian di dalam kamar.
Namun ketika ada seseorang yang berstatus my lover di sisiku, syndrome manjanya ampun-ampun deh. Kalau janjian ketemu teman-teman di plangi, baru jam tujuh malam pun, pulangnya sudah merengek-rengek minta jemput. Weekend tanpa hadirnya bisa membuatku uring-uringan semalaman. Dan nonton film terbaru harus didampingi olehnya, persis anak balita yang baru masuk play group dan diantar orang tuanya.
Kadang bukan antar pulangnya yang penting, bukan pula jalan-jalan weekend yang menjadi tujuan, atau film baru yang begitu ingin kutonton. Kebersamaan dengannya, itu yang selalu aku inginkan. Tapi semua tho memang ada batasnya.
Ah, benci dengan diriku,...


08.10.08 - Don't be too depend on anybody elses. The only one you can deppend on is YOURSELF.

Episode Mimpi

Pernahkah kau alami mimpi yang mirip sinetron di televisi, bersambung sampai beberapa episode? Tak mengerti mengapa bunga tidur seperti itu mengusik tidurku tiga malam belakangan, dengan tokoh yang itu-itu juga, kisah yang sambung menyambung tak tentu ke mana arahnya. Dan selalu, aku terbangun di ujung mimpi yang seolah bertuliskan to be continued itu, untuk kemudian sangat sulit terlelap kembali.
Aku jarang percaya pada tafsir mimpi, dan episode demi episode ini rasanya bukan pertanda dari apapun. Hanya merasa aneh, aku tak terlalu memikirkan hal ini. Persitiwa yang terlukis dalam mimpiku bukan agenda penting yang harus menggerogoti pikiranku karena akupun tak terlibat lansung di dalamnya.
Sampai kapan ya,... aku harus terganggu dengan sinetron mini ala mimpiku ini. Haruskah menunggu sampai sebulan ke muka, ketika peristiwa itu berwujud nyata, baru aku dapat kembali menikmati tidur nyenyakku yang ala Nobita itu.


08.10.08 - would you please get out from my life. There's no place anymore for you, in my heart and in my mind. Please stop disturbing me, even only in my dream.

Monday, 6 October 2008

Mencintai...

Mencinta seseorang berarti...
Berhenti mencari seseorang lain, dengan bermacam alasan yang kadang terlalu dipaksakan
Karena mencintai seseorang berarti...
Menjaga hati, menjaga jiwa, dan menyimpannya untuk yang tercinta

Monday, 22 September 2008

Gerimis Bisu

Bolehkah kupinjam bahumu? Sejenak untuk menyandarkan pedihku. Namun jangan tanya luka apa yang menggores kulit rasaku. Hanya ingin mengecap hening dalam gerimis yang membasahi wajahku dan melabuhkannya di hangatmu. Biarkan membisu, sementara rintiknya menandai besar badai yang melanda hariku. Dan dirimu, selalu mampu tenangkan resah hanya dengan usapan lembut pada anak-anak rambut yang bermain di dahiku.

18.09.08 - semoga menjadi one last cry

Thursday, 18 September 2008

Aku, Si Manja

Sesaat tadi sangat ingin kutuliskan betapa aku mencintainya, ingin kubagi pahitnya lidahku akibat empedu pagi tadi, ingin bermanja dan merasakan perhatiannya. Tapi jariku kemudian berhenti menekan tombol-tombol keyboard. Terbaca sedikit nada kesal di layarku. Rupanya dia pun tengah mencoba menenangkan hatinya, masalahpun tengah menghinggapi ruang hatinya. Maka sudahlah, kutelan lagi pedihku. Biar kunikmati saja sendiri.

Dan tiba-tiba aku teringat, ada Dia sang Maha Kekasih. Kubasuh wajah dan terduduk menghadap-Nya, menumpahkan segala penat yang menghimpit relung jiwa. Kuadukan lukaku pada Sang Pemberi nafas kehidupan, memohon kekuatan agar dapat kulalui semua ini dengan lapang hati dan mohon jalan agar luka ini dapat membuatku semakin tegar. Terima kasih Ya Allah, sungguh Engkaulah kekasih sejati. Ampuni aku yang seringkali alpa dariMu.


18.09.08 - maaf selalu saja kuganggu dengan penatku.

Wednesday, 17 September 2008

blank

Unimportant
Then it's not a sweet memory, anymore...