Sang Belahan Jiwa

Lilypie - Personal pictureLilypie First Birthday tickers

Since The Day.....

Daisypath Anniversary tickers

Thursday, 2 April 2009

Berselubung Cangkang

Aku melabuhkan penat ke ruang kosong, cangkang ternyaman untuk mengurung sepekat rasa, sejak dulu, kini, dan mungkin seterusnya hingga aku mendapatkan kotak baru tempat raga tanpa ruh milikku berakar. Aku mengadu pada peraduan, menghujaninya dengan air bah yang tertahan sejak siang tadi. Aku memaki pada cermin usang, menikamnya dengan amarah yang seolah baru menemukan tempat luapannya. Aku teriak, sekuat dentuman melodi yang terpasang pada volume tertinggi, untuk kemudian lunglai.
Tahukah dia bahwa aku benci kehilangan mata rantai untuk mengeja jejaknya. Aku candu akan dirinya. Dan ketika tak menemukan pasokan kabar darinya, maka tulangku gigil, kepalaku bergasing, dan bulir keringat menjagung di sekujur.
Sebelum kemudian begitu terbiasa akan hadirnya, aku adalah setitik jiwa yang setia berteman bayang. Luka mengajarkanku untuk bertahan dalam cangkang seorang diri, tak membiarkan sesiapa menyapa. Karena sapa, canda, dan erat, hanya pintu masuk untuk khianat yang bermuara luka. Namun persuaan dengannya di sebuah persimpangan waktu, mengikis takutku. Dia membuatku percaya untuk melubang celah di kulit cangkangku, dan bahkan kemudian utuh membuka jendela hatiku. Membiarkannya merasuki sepiku. Dan akhirnya, membuatku candu.
Mungkinkah kini luka mulai kembali menemukan jalannya untuk menyusup ke jiwaku? Apakah sungguh jendela yang terbuka itu telah menerangi jalan bagi sang luka untuk kembali hinggap? Nyatanya, tanyaku kini hanyalah rengekan yang mengusiknya. Hadirku cumalah menambah beban yang sebelumnya sudah berat membebani punggungnya. Luka sudah mulai meracun, menancapkan merah menghitam pada setiap denyut yang terlaluinya. Mungkin ini pertanda, sudah waktunya kutarik kepalaku ke dalam cangkang dan mengunci rapat jendela, membiarkan waktu terrajut sendiri mengiring langakah ke mana takdir membawa...



02.04.2009 / 03.15 PM - Lagi dan lagi, kala hanya hati berteman sunyi, ditambah sederet huruf bisu di layar maya

No comments: